Rumahbangun.com Media Berbagi Tips desain dan bangun rumah

bangun rumah Cara membeli rumah dilelang dalam pengawasan BANK

Bagaimana cara membeli rumah dilelang yang biasanya ditempel stiker dalam pengawasan Bank, dengan kata penutup nama bank yang melelang misalnya BTN,Mandiri,BRI,BNI,BCA atau perbankan lain di Indonesia yang melayani jasa pembelian rumah dengan sistem KPR. Agar tahu bagaimana membeli rumah lelang BANK maka mari kita berdiskusi disini, sebagai permulaan kita cari tahu terlebih dahulu sebenarnya apa saja yang dapat menyebabkan suatu bangunan berstatus dalam proses lelang bank.

 

Macam-macam penyebab rumah dilelang Bank

  1. Pembelian rumah dengan sistem KPR namun debitur tidak melakukan angsuran selama beberapa bulan, dalam istilah perbankan ada yang menyebutnya sebagai nasabah wanprestasi.
  2. Pemilik resmi rumah yang melakukan peminjaman uang di Bank dengan jaminan sertifikat rumah sehingga ada kesepakatan untuk mengangsur cicilan dana pinjaman, ketika pemilik rumah tidak membayar angsuran maka pihak perbankan dapat menyita bangunan jaminan untuk kemudian melelangnya.
  3. Pengusaha perorangan atau badan cv/PT yang tidak melaksanakan kewajiban perpajakan sehingga mendapat sanksi penyitaan, dengan begini maka ada kemungkinan bangunan dilelang.
  4. Seseorang yang secara sukarela menyerahkan rumahnya kepada bank untuk dilelang, mungkin sudah gak butuh rumah tersebut :-)

Setelah kita tahu beberapa hal umum yang dapat menyebabkan pelelangan rumah oleh pihak bank maka kita lanjutkan dengan pembahasan mengenai bagaimana membeli bangunan tersebut.

 

Cara membeli rumah yang dilelang BANK

  1. Langkah pertama kita cari dulu rumah yang ditempel stiker dalam pengawasan Bank, disitu kita lihat Bank apa yang menyita apakah BTN,mandiri,BRI,BNI atau perbankan lainya.
  2. Berikutnya kita datang ke kantor cabank Bank tempat debitur melakukan pinjaman, menghadap customer service untuk diberikan penjelasan dengan bagian apa dapat memperoleh informasi tentang pelelangan rumah tersebut.
  3. Apabila rumah dalam status bisa langsung dibeli maka kita bisa melakukan pembelian disitu dengan cara tunai atau mengangsur.
  4. Apabila ada jadwal pelalangan rumah kepada masyarakat umum maka kita bisa menanyakan kapan dan dimana proses lelang berlangsung.
  5. Proses pembelian rumah lelang Bank dapat kita lakukan dengan harga jual yang sudah ditentukan pihak Bank.

Begitulah gambaran umum tentang cara membeli rumah yang sedang dalam status dalam pengawasan bank, sebenarnya penulis sangat kasihan pada yang punya rumah karena bisa jadi sedang dalam kesulitan keuangan sehingga tidak dapat membayar cicilan rumah. semoga semua selalu dalam kemudahan entah itu pemilik rumah maupun calon pembeli rumah,bagi yang pernah membeli rumah lelang mohon bisa berbagi pengalaman disini untuk bahan pelajaran kami yang belum tahu betul tentang ini :-)

  1. Biaya rumah kos per bulan di Jakarta
  2. Rumah ini dijual atau dikontrakan
  3. Cara memulai bisnis properti tanpa modal
  4. Syarat membeli rumah dengan cara KPR
  5. Cara mudah punya rumah
  6. Cara membeli rumah KPR tanpa DP uang muka
  7. Rumah bekas Kuburan
  8. Cara mencari rumah harga murah
  9. Proses pembelian rumah dengan cara KPR
  10. Daftar website jual beli rumah dan properti di Indonesia
  11. Cara menjual rumah di internet
  12. Macam macam bonus membeli rumah di perumahan
  13. harga rumah tipe 21 36 45 di perumahan
  14. Tips Mendapatkan Rumah Idaman Sederhana
  15. Harga jual beli rumah di jakarta melambung tinggi
  16. Cara mengiklankan rumah dijual di internet
  17. Harga rumah tipe 36 di perumahan
  18. Spesifikasi bangunan rumah di perumahan
  19. Cara membeli rumah tanpa uang

4 Komentar

  • Budy says:

    Dear temen2,

    Saya berencana membeli rumah yang sedang dalam pengawasan Bank BTN, langkah yang saya lakukan adalah :
    1. Saya menghubungi bank BTN pusat dan menanyakan status rumah tersebut
    2. Saya mendaftarkan diri apabila rumah tersebut jadi dilelang

    Saya belum tahu perkembangan selanjutnya akan pelelangan tersebut

  • Bernard says:

    Pembelian rumah/ruko/atau lainnya melalui lelang hanya bisa dilakukan secara tunai ,tidak bisa KPR lagi.

  • denny says:

    wah, biasanya kalau lelang mah ada oknum orang dalam yang mengatur hasil pemenang lelang orang dalam juga tuh. susah kalau mau beli rumah secara lelang mah, udah dimakan orang dalam dijadiin bisnis pribadi tuh. saya pernah hubungin bank yang menyita rumah buat dilelang yang tertera distiker penyitaan, begitu ditelepon malah dibola kesana kemari gak karuan. ujung-ujungnya gak ada yang bisa dihubungin. jadi kayak ngarep bulan gitu deh.

  • Maman Rachman says:

    Hati-hati sebelum membeli
    Perlu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam membeli angunan yang diambil alih bank dan dijual melalui lelang (dalam hal ini rumah) terutama jika dipersyarkan “obyek yang akan dilelang sesuai dng kondisi apa adanya (as is)”; di dalamnya ada resiko yang melekat.
    Resiko dapat diidentifikasi dng mengevaluasi keabsahan bukti-bukti dokumen dan keadaan phisik rumah yang akan dilelang. Meski bukti-bukti dokumen dikuasai bank, belum tentu dng phisik rumahnya, o.k.i. perlu survey ke lokasi. Jika ditemukan phisik rumah dikuasai pemilik atau pihak ketiga … jangan-jangan anda malah disambut pentungan … mau melapor kepada yang berwajib?!. … HeHeHe.
    Sebaliknya, jika phisik rumah dalam keadaan kosong pun tetap perlu diidentifikasi dng menanyakan ke Ketua RT atau tetangga apakah pemilik rumah yang akan dilelang sudah pindah rumah, atau tidak diketahui lagi keberadaannya, atau jangan-jangan sedang sembunyi menunggu situasai … dan anda malah nanti diteror.

Komentari

*
*

Current ye@r *